Call: (0251)755-6808

Tilang CCTV, Butuh Peran Pemda Setempat

Tilang CCTV, Butuh Peran Pemda Setempat

Bogor – Penerapan penindakan atau tilang melalui kamera closed circuit television (CCTV) dianggap efektif sebagian masyarakat. Namun, penerapan tersebut butuh dukungan dari pemerintah daerah setempat.

Hal tersebut, dipaparkan Kasat Lantas Polres Bogor, Ajun Komisaris Hasby Rastama, Rabu (13/9). Menurutnya, penerapan sistem tersebut juga memerlukan dukungan Dinas Perhubungan daerah setempat.

“Karena CCTV yang ada sekarang (di jalanan) juga dikelola Dinas Perhubungan. Kita terintegrasi bareng-bareng ke sana,” katanya mencontohkan pengelolaan serupa di luar negeri, seluruhnya oleh pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, saat ini di jalan protokol Tegar Beriman baru terpasang enam CCTV, sementara di jalur rawan kecelakaan dan potensi kemacetan di Puncak baru terpasang 12 CCTV. Tentunya, jumlah tersebut sangat kurang dari ideal.

Jumlah personel Satlantas Polres Bogor juga jauh dari ideal, 200 petugas lalu lintas harus mengawasi sekitar 300 lebih titik jaringan jalan di pusat-pusat kepadatan lalu lintas di Kabupaten Bogor.

Minimnya pengawasan melalui CCTV memaksa polisi berpatroli di jalan. Permasalahan timbul ketika petugas polisi berpindah jaga, lalu perlintasan jalan yang ditinggal tersebut kembali semerawut.

“Sebetulnya, polisi sangat terbantu sekali dengan adanya CCTV. Bukan hanya terkait pelanggaran pengendara, tetapi fungsi CCTV juga bisa untuk mengawasi terjadinya kecelakaan atau kejahatan di jalan,” paparnya.

Hasby pun mendorong pemerintah daerah Kabupaten Bogor membuat ruang kontrol sistem lalu lintas yang terkoneksi dengan CCTV. Ruang kontrol tersebut juga bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk polisi yang notabene mengatur lalu lintas, tetapi bisa digunakan instansi lain.

Warga Tamansari, Ramdan (35) mendukung dengan penerapan sistem tilang hasil pantauan CCTV. Saat ini, kata dia, lalu lintas di Bogor sudah semakin semerawut. Penyebab utamanya adalah ketidaktertiban pengendara.

“Menurut saya, perilaku pengendara dalam lalu lintas di Bogor ini semakin tak terkendali. Berhenti seenaknya lalu menerobos lampu merah. Bahayanya bukan buat diri sendiri, juga orang lain,” tambahnya.

No Comments

Post a Comment